Media

Bagaimana sih sejarah Apple, perusahaan yang kini bernilai triliunan dolar?
By Maria Yuniar - 28 September 2018
5 min read 107 Views

Siapa sih yang tidak pernah mendengar nama Apple, salah satu raksasa teknologi ini? Banyak sekali orang yang menggunakan produknya, seperti iPhone atau iPad. Produknya termasuk barang mewah karena harga yang ditawarkannya. Apple kini telah menjadi perusahaan dengan nilai triliunan dolar. Apakah kamu mengetahui sejarah di balik kesuksesan Apple? Simak kisahnya berikut ini. (Baca juga: Apple jadi perusahaan pertama bernilai US$ 1 triliun)

 

Sejarah berdirinya Apple: dari sebuah garasi

Apple didirikan pada tahun 1976 oleh tiga orang, yaitu Steve Wozniak, Steve Jobs, dan Ronald Wayne. Kantor mereka kala itu hanyalah sebuah garasi di California. Targetnya pun tak muluk-muluk: menjual personal computer (PC) buatan Wozniak yang diberi nama Apple 1. Produk ini sebenarnya tidak memenuhi syarat. Tidak ada human interface devices di dalamnya, seperti keyboard, maupun casing. Namun, produk ini telah menarik perhatian jutawan bernama Mike Markkula. (Baca juga: 4 perusahaan ini merintis kesuksesan dari garasi)

 

Macintosh pertama 

Lima tahun kemudian, Macintosh pertama dirancang. Dengan iklan "1984", Apple memisahkan diri dari perusahaan yang ditargetkan dalam iklan yaitu, IBM. Mac adalah revolusi dalam desain sebuah PC. Mereka masih mempertimbangkan penggunaan mouse komputer dan graphical user interface (GUI) yang user-friendly. Sayangnya, ada masalah dengan pengembangan perangkat keras yang canggih ini. (Baca juga: Developer Apple ini memilih tinggal di mobil van)

 

Steve Jobs ditinggal 2 rekannya

Pada titik ini, Ronald Wayne telah meninggalkan perusahaan itu, seperti halnya Wozniak setahun setelah peluncuran Macintosh. Lalu, karena hanya tinggal satu pendiri yang tersisa, Apple mengalihkan fokus ke perlengkapan untuk membuat produk-produk high-end dengan harga tinggi. Ini menyebabkan beberapa produk unik, seperti Macintosh Portable, memiliki sebagian besar fungsi dari Macintosh II. Produk lain termasuk PowerBook, produk terlama dari semua desain laptop modern dan Newton, kemudian bertransformasi dalam sebuah tablet.

 

Steve Jobs mundur

Steve Jobs pun memutuskan tak mengambil peran utama pada perusahaan yang didirikannya itu. Ia pun mengundurkan diri pada 1985. Apple kemudian memperkenalkan Macintosh kepada konsumen. Pada masa itu, Apple merasakan kesulitan memasuki pasar elektronik. Masalah pun datang bertubi-tubi.

Pada 1997, perusahaan harus menghadapi perubahan manajemen yang berlangsung terus-menerus, pemutusan hubungan kerja (PHK), sekaligus melawan kebangkitan Microsoft. Sang kompetitor menawarkan produk setara keluaran Apple, dengan harga yang jauh lebih rendah. Sebagai strategi bisnis, Apple pun mengakuisisi perusahaan NeXT yang sudah dikelola Jobs sejak 1985.

 

Apple lakukan restrukturisasi

Dengan kembalinya Jobs, Apple pun melakukan restrukturisasi. Kemudian, lahirlah produk iMac G3. Selain harga yang terjangkau, produk ini menawarkan visual yang tergolong unik dan kuat pada masanya. Bahkan, hampir tidak bisa disandingkan lagi dengan Microsoft. IMac dengan cepat menjadi ikon pada akhir 1990an. Produk inilah yang menyelamatkan kesulitan keuangan Apple.

Pada periode waktu yang sama, Apple mengubah merek dan image produknya. Apple selanjutnya tidak hanya mengeluarkan produk untuk pebisnis, tapi juga desainer grafis, seniman, bahkan anak-anak. Salah satunya adalah iPod. Dengan hadirnya iPod, Apple berhasil mendominasi pasar produk pemutar MP3.

Sejak itu, fokus utama Apple telah berpindah dari komputasi desktop ke perangkat seluler. IPhone dan iPad dengan cepat menjadi mode dan mainstream. Meski demikian, Apple tetap bukan yang pertama dalam pengembangan smartphone. Sebab BlackBerrt telah memiliki pasarnya sendiri jauh sebelum iPhone diluncurkan. 

 

Dihujani kritik

Kesuksesan Apple yang terlihat saat ini, tak lepas dari sejarah perusahaannya yang pernah dihujani kritik. Mulai dari praktik kerja yang dianggap tidak etis, kasus penghindaran pajak, hingga kontrol kualitas yang buruk. Meski demikian, Apple tetaplah menjadi pemain besar di pasar elektronik yang telah begitu banyak menghadirkan produk sejak 1976 hingga 2017. 

Appla pun kini menjadi salah satu perusahaan yang paling populer di dunia. Bagaimana pendapatmu tentang Apple dan produk-produknya? Apakah kamu termasuk salah satu penggunanya?

 

Rekomendasi bacaan:
8 pertanyaan yang mesti kamu ajukan sebagai kandidat selama interview
5 cara lindungi data digital milikmu
4 langkah penting dalam content marketing

 

Sumber:
wired.com
loc.gov
macworld.co.uk
thebalancecareers.com
cheratu.com
mobileindustryreview.com

Tags: iPhone, Mac, Steve Jobs, Apple

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang