Sebelum menjadwalkan push notification, ada baiknya kamu mengenali pelanggan yang menjadi target. Mengapa demikian? Mengidentifikasi target pelanggan penting, agar push notification yang kamu kirimkan, efektif bagi digital marketing campaign di perusahaanmu.
Bagaimana sih strateginya, agar push notification bisa efektif?
1. Pilih waktu yang tepat
Tentukan waktu yang tepat untuk mengirim push notification - EKRUT
Jangan sampai push notification yang kamu kirim, akhirnya malah mengganggu pelanggan, alih-alih memberikan nilai tambah bagi perusahaanmu.
Jika seorang pelanggan sudah merasa terganggu, bisa jadi ia malah akan menonaktifkan fitur push notification darimu. Oleh karena itu, kamu harus bisa memilih waktu yang tepat untuk memilih waktu pengiriman push notification.
Baca juga: Mengenal A/B testing dan manfaatnya dalam digital marketing
2. Jadwalkan berdasarkan geo-location
Perhitungkan lokasi pelanggan untuk menentukan jadwal pengiriman push notification - EKRUT
Kamu mungkin sudah menentukan waktu pengiriman push notification. Selanjutnya, jangan lupa, para pelanggan belum tentu tinggal di lokasi dengan zona waktu yang sama. Oleh karena itu, jadwalkan pengiriman berdasarkan geo-location para pelanggan.
3. Pelajari preferensi pengguna
Mengenali preferensi pengguna dapat membantumu merancang strategi yang tepat - EKRUT
Pengguna A bisa jadi lebih memilih konten mengenai olahraga. Sementara itu, pengguna B menyukai konten seni. Jadi, jika push notification atau pesan notifikasimu menghasilkan engagement optimal, kenali preferensi setiap kelompok pengguna.
4. Uji CTA dan pesan call to value
Sesuaikan CTA dan call to value dengan tujuan push notification - EKRUT
Jika CTA mendorong pelanggan untuk melakukan tindakan tertentu, call to value dirancang untuk menunjukkan pelanggan apa yang bisa dapatkan. Misalnya, contoh CTA seperti "Shop now", sementara contoh call to value seperti "Get your spring look with 20% off all product".
Tentukan dan uji CTA dan call to value yang paling efektif dengan audiens dan masing-masing kelompok audiens kamu. Sebab hasilnya akan berbeda, tergantung pada tujuan push notification kamu sendiri.
Baca juga: Mengenal apa itu CTA dan 5 tips membuatnya
5. Personalisasikan pemberitahuan push notification
Buatlah pesan push notification yang lebih personal - EKRUT
Strategi pengiriman pust notification yang efektif selanjutnya yang diperlu diperhatikan adalah membuat notifikasi itu secara personal bagi tiap pelanggan.
Kamu bisa saja menambahkan nama mereka di awal pesan push notification tersebut atau menampilkan penawaran push notification sesuai dengan riwayat pembeliannya atau menampilkan notifikasi dari riwayat terakhir pencarian produk dari pelanggan.
Melalui cara-cara ini umumnya pelanggan akan lebih tertarik membuka pesan tersebut lalu tertarik untuk melakukan pembelian.
6. Review statistik
Monitor performa push notification secara rutin - EKRUT
Selanjutnya, jangan lupa untuk melacak statistik push notification. Tujuannya, agar kamu bisa memonitor sekaligus memperbaiki performa push notification yang kamu kirimkan. Pastikan click rate menjadi salah satu metrik yang kamu monitor secara rutin, ya.
Baca juga: Cara menerapkan viral marketing untuk kampanye yang sukses
Sekarang, kamu telah mengetahui strategi kunci untuk mengoptimalkan performa push notification-mu. Selamat mencoba!
Sumber:
- thenextweb.com
- buildfire.com
- trendolizer.com
- adjust.com
- frontiertech.co.id