Careers

5 Alasan kenapa karyawan benci HRD

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

HRD_5.jpg

Ketika bekerja di kantor, hampir pasti pernah terjadi perselisihan antara karyawan dengan pihak HRD. Terkadang, ada beberapa karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi atau dianggap tidak kompeten dalam bekerja.

Alasan-alasan tersebut kemudian membuat hubungan antara karyawan dengan pihak HRD menjadi renggang. Padahal, HRD idealnya menjadi penghubung antara karyawan dengan perusahaan. Bila bekerja sebagai HRD, penting bagimu untuk tetap menjalin hubungan baik dengan karyawan. Karena itu, hindarilah beberapa karakter HRD berikut.

Tidak kompeten

Ketika karyawan berkomunikasi dengan pihak HRD dan menemukan fakta bahwa mereka tak kompeten dalam bidangnya, hal itu akan membuat karyawan tidak mempercayai HRD.

Tentu ketidakpercayaan terhadap pihak HRD ini akan berdampak buruk bagi kemajuan perusahaan. Sebab, HRD adalah pihak yang menjembatani karyawan dengan perusahaan.

Baca juga: 5 cara melamar kerja ini bisa bikin HRD terkesan

Tidak jujur

Sikap tidak jujur pihak HRD juga akan membuat karyawan merasa kesulitan untuk memahami yang sebenarnya sedang terjadi di perusahaan. Akibatnya, bisa jadi muncul kasak-kusuk di antara karyawan bahwa pihak HRD tidak dapat dipercaya karena mereka berbohong untuk menutupi suatu kesalahan atau situasi.

Berat sebelah

Perilaku HRD yang hanya peduli pada kepentingan perusahaan dan manajer akan membuat karyawan merasa “sendirian”. Padahal, HRD seharusnya bisa bersikap netral terhadap pimpinan perusahaan maupun para karyawan. Untuk itu, HRD, pimpinan, dan karyawan, harus bisa bekerja sama dan menanggung tanggung jawab bersama demi kesuksesan di tempat kerja.

Baca juga: Sejauh mana peran data bagi HRD dalam rekrutmen?

HRD tidak objektif

Terkadang, karyawan juga menemukan bahwa pihak HRD berlaku tidak objektif dan tidak adil. Keinginan pihak HRD untuk mempertahankan karier dan ego tak jarang membuat mereka tidak mengakui sudut pandang karyawan yang sebenarnya lebih baik. 

Pihak HRD juga beberapa kali cenderung mendukung manajer atas karyawan terlepas dari bukti yang ada. Karena itu, pihak HRD menganggap bahwa keluhan pihak manager dan pimpinan lain terhadap karyawan lain adalah benar.

Baca juga: 8 hal dari kandidat yang disukai HRD

Terlibat politik kantor

Pihak HRD juga sering dipandang oleh banyak karyawan sebagai pihak yang ingin “menjilat” para pemimpin di kantor. Anggapan ini muncul karena mereka berurusan dengan karyawan berdasarkan jabatan dan posisi karyawan.

Kelima faktor di atas sebenarnya memainkan peran penting untuk menjadikan peran setiap karyawan berarti dan dapat bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Sumber:

  • thebalancecareers.com
  • popbela.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Assessment_adalah_Pengertian__tujuan__dan_12_jenis_untuk_rekrutmen.jpg

    Careers

    Assessment adalah: Tujuan, Fungsi, dan Persiapan untuk Menghadapinya

    Nur Lella Junaedi

    03 November 2022
    6 min read
    business-2584721__340.jpg

    Careers

    Perlonggar persyaratan kerja perusahaanmu demi dapatkan kandidat yang sesuai

    Maria Yuniar

    12 October 2022
    4 min read
    jenis-psikotes---EKRUT.jpg

    Expert's Corner

    10 Jenis psikotes kerja yang sering digunakan dalam proses rekrutmen

    Maria Tri Handayani

    30 September 2022
    8 min read

    Video