Media

Investor berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin, kenapa?
By Maria Yuniar - 8 July 2018
4 min read 69 Views

Mata uang digital atau cryptocurrency termasuk Bitcoin menyita perhatian masyarakat belakangan ini. Polemik muncul karena terjadi pro dan kontra dalam penggunaan mata uang itu. Sejumlah pihak bisa mendapatkan kemudahan bertransaksi dengan alat tukar tersebut, bahkan mencoba berinvestasi. Namun, mengingat risikonya yang tinggi, Bank Indonesia melarang masyarakat berinvestasi dengan Bitcoin. Kini, investor bahkan berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin. Apa alasannya?

 

Bitcoin turun drastis

Ketika harga Bitcoin naik 33 persen pada bulan April, beberapa investor cryptocurrency memutuskan meninggalkan mata uang digital itu. Sebab, ada kemungkinan lonjakan yang tidak pasti.

Bahkan di Amerika Serikat, pelanggan Coinbase, pertukaran mata uang cryptocurrency terbesar di sana, menarik aset lebih banyak daripada yang didepositkan pada bulan April. Penarikan dari Coinbase telah meningkat terhadap deposito sejak Desember, ketika harga Bitcoin memuncak di level US$ 20.000. Selama bulan itu, para investor mengambil 37 persen lebih banyak uang dari Coinbase dibanding nilai investasi. Mereka menarik US$ 1,37 untuk setiap dolar yang disetor.

 


Fluktuatif

Anda harus hati-hati dengan ketidaksetabilan Bitcoin. Hanya dalam waktu satu jam nilai Bitcoin bisa turun sekitar Rp 13,5 juta. Naik turunnya nilai Bitcoin yang seperti “roller coaster” ini yang menjadi pertimbangan Bank Indonesia untuk tidak melegalkannya di Indonesia. Sebab, bisa jadi Anda kaya dan miskin hanya dalam waktu satu jam atau sekejap. Mengerikan bukan?

 

Tidak aman

Alasan lain para investor tinggalkan Bitcoin adalah faktor keamanan. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, nama pembeli dan penjual Bitcoin tidak pernah bisa diketahui oleh siapa pun. Dengan demikian, sifat transaksinya rahasia dan anonim. Awalnya, memang itulah tujuan Bitcoin, yakni sebagai mata uang digital yang aman dan sulit dilacak. Namun ironisnya, karena itulah banyak yang memanfaatkan alat tukar yang satu ini untuk jual beli ilegal. Selain itu, Bitcoin sebagai cryptocurrency terbukti bisa diretas.

 

Butuh waktu lama

Lantaran teknologi blockchain berkembang semakin besar setiap harinya, maka jaringannya terus didorong untuk memproses lebih dari empat transaksi per detik. Lalu apa dampaknya? Pertama, biaya yang terasosiasi dengan transaksi Bitcoin akan meningkat pesat, sehingga keuntungan Anda akan berkurang. Kedua, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk memproses satu transaksi, dan dengan adanya huge price volatility, Anda bisa berakhir membayar lebih dari yang Anda inginkan. Dengan demikian, Anda akan menghasilkan keuntungan lebih sedikit dari yang diharapkan.

Jadi, setelah tahu alasan investor berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin, apakah Anda tetap menggunakan Bitcoin sebagai  instrumen investasi? Atau justru berpikir untuk meninggalkannya? Pikirkan dengan matang agar tidak menyesal.

 

Rekomendasi bacaan:
Untuk startup, lebih baik bangun aplikasi atau website?
Pengguna Internet Indonesia habiskan 5,5 jam per hari dengan ponsel
10 film paling banyak dibajak sepanjang 2018

 

Sumber:
fortune.com
finansialku.com
diskartes.com
idntimes.com

Tags: investasi, Bitcoin, cryptocurrency

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang