Media

Hati-hati, hal ini akan membunuh kariermu setelah resign
By Maria Yuniar - 24 August 2018
3 min read 2741 Views

Resign dari pekerjaan adalah hal yang lumrah. Ada banyak alasan seorang karyawan mengambil keputusan mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja. Ada yang keluar karena mendapat pekerjaan baru karena posisi atau gaji lebih baik. 

Menikah atau kuliah lagi pun menjadi alasan lainnya. Selain itu, konflik dengan atasan juga memicu seorang karyawan untuk keluar dari perusahaan. Apa pun alasannya, pastikan kamu tidak melakukan hal-hal buruk ini sesudahnya. Sebab, semua hal di bawah ini bisa membunuh kariermu!

 

Membicarakan pekerjaan, perusahaan dan atasan di medsos

Hampir sebagian besar dari tim HRD memeriksa akun dan postingan para kandidat, karyawan, dan mantan karyawan di media sosial. Menggunakan medsos untuk mengeluhkan perilaku atasan, pekerjaan, rekan kerja, dan perusahaan, hanya akan membuat reputasimu kurang baik. Lagi pula, siapa sih yang mau mempekerjakan orang yang hobi komplain? Berhati-hatilah. Sebab, segala sesuatu yang kamu posting di medsos, mencerminkan kepribadianmu.

Terlebih dengan LinkedIn. Semua rekomendasi yang kamu peroleh di LinkedIn, bernilai tinggi di mata perekrut. Apalagi jika datangnya dari mantan atasan. Namun, jika kamu mengeluhkan mantan atasanmu di depan publik, peluang kariermu pun akan lenyap di kemudian hari.

 

Bergosip tentang perusahaan lama

Setelah kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya, kamu akan ditanya kebiasaan dan suasana kerja di perusahaan lamamu itu. Meskipun mungkin kamu tergoda untuk mengeluh, cobalah untuk mengontrol emosi agar tidak terpancing bergosip. Katakan pada rekan kerja di kantor baru hanya tentang kebaikan perusahaan lama.

 

Bertengkar dengan atasan

Berbeda pendapat dengan atasan mungkin saja terjadi. Dua kepala tentu tidak akan sama isinya. Namun yang terpenting, jangan sampai kamu bertengkar dengan atasan karena masalah pengunduran diri. Daripada marah lalu resign, alangkah baiknya kamu sampaikan pendapatmu kepada atasan saat suasana tepat dan nyaman untuk bicara. Utarakan pendapat dengan tenang sebagai umpan balik demi kemajuan perusahaan. Perlu diingat, dunia ini sempit. Jika kamu mendapatkan peluang kerja baru di industri yang sama, bisa saja calon atasan menelepon mantan atasanmu untuk bertanya tentang kamu.

 

Menyombongkan pekerjaan baru

Meskipun kamu mendapat pekerjaan baru dengan posisi dan gaji yang lebih baik dari perusahaan lama, bukan berarti kamu boleh sombong. Selain tidak sopan secara etika, hal tersebut kemungkinan akan membuat perasaan teman-temanmu tersinggung. Sebab, mereka masih tetap bekerja di perusahaan tersebut. Padahal, kamu bisa saja membutuhkan teman kantor lama itu suatu saat nanti.

Jadi, pastikan kamu berhati-hati dalam bersikap setelah resign dari perusahaan lama. Apapun masalah dan kekesalan yang kamu dapatkan di perusahaan lama, sebaiknya simpan saja. Jangan sampai diketahui banyak orang, apalagi orang-orang di kantor barumu. Hal ini demi masa depan kariermu agar tidak hancur dan hubungan antar personal tetap terjaga.

 

Rekomendasi bacaan:
Menyesal setelah resign? Lakukan tips berikut!
Apa saja 10 pertanyaan umum dalam interview kerja?
Penasaran, seperti apa sih software engineer di Tesla?

 

Sumber:
themuse.com
ivyexec.com
forbes.com
inc.com
 

Tags: LinkedIn, medsos, media sosial, mengundurkan diri, atasan, perusahaan, karyawan, resign

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang