Media

30% karyawan baru resign sebelum 90 hari
By Widyanto Gunadi - 26 June 2018
690 Views

Apakah perusahaan Anda sering merekrut karyawan baru? Apakah tidak ada dari mereka yang bertahan lebih dari 90 hari di perusahaan Anda? Jika jawaban keduanya adalah ya, maka Anda perlu membenahi sistem kerja divisi HRD di perusahaan. Berikut ini adalah alasan karyawan baru resign sebelum 90 hari kerja, dan cara menanganinya! 

 

Hari pertama yang buruk 

Berdasarkan survei dari Jobvite, sebanyak 32 persen karyawan baru resign, karena mereka tak menyukai budaya kerja di kantor baru. Untuk dapat membuat karyawan baru tertarik, buatlah budaya kantor menjadi menyenangkan. Hari pertama amatlah menentukan bagi para karyawan baru. Sebab di hari pertama, mereka menilai potensi perusahaan dalam mengembangkan karier para pekerjanya. 

 

 

Ada baiknya divisi HRD memberikan sambutan hangat kepada karyawan baru. Anda dapat mulai mengenalkan keramahan, dan kesan menyenangkan tentang perusahaan di hari pertama mereka. Ini akan membuat mereka yakin, budaya kantor Anda memang menyenangkan. Pada akhirnya, atmosfer kerja yang menyenangkan, akan membuat mereka betah. 

 

Pekerjaan tak sesuai ekspektasi 

Sebanyak 43 persen karyawan baru ternyata merasa pekerjaan mereka tak sesuai ekspektasi. Itulah mengapa mereka segera pindah ke perusahaan lain. Untuk menghindari hal ini, divisi HRD dan manajemen perusahaan mungkin, bisa bersepakat dalam menentukan job descriptions karyawan baru.  

 

 

Seringkali, karyawan yang mendapat ekspektasi berubah-ubah atas pekerjaan mereka, akan menilai negatif perusahaan Anda. Dengan adanya kejelasan tugas harian, karyawan tersebut akan lebih siap beradaptasi dengan kantor baru.  

 

Minimnya pelatihan 

Karyawan baru biasanya mengharapkan adanya pelatihan untuk pekerjaan mereka. Pelatihan yang dimaksud juga termasuk pengenalan lebih dalam mengenai proses bisnis, serta sejarah perusahaan.  

 

 

Bila tak mengenal sosok atasan mereka, misalnya, karyawan baru tidak akan bertahan lama. Berikan pelatihan yang intensif supaya karyawan baru merasa terlibat, dan dihargai sebagai bagian dari perusahaan Anda.  

 

Tidak memiliki mentor 

Banyak dari karyawan baru merasa kesepian, dan diabaikan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, mereka terus mencari perusahaan yang bisa memberikan mereka dukungan untuk terus berkembang, sebagai seorang profesional.  

Berikan sosok panutan, atau seorang mentor untuk membimbing karyawan baru melakukan pekerjaan mereka. Mentor ini akan dapat menjadi teman, sekaligus guru bagi mereka untuk bertukar pikiran.  

 

 

Bila karyawan baru dibiarkan bereksplorasi sendiri di hari pertama kerja, tentunya ini bukan hal yang positif. Ingat satu hal. Anda ingin menciptakan kerja sama tim yang kuat, bukan individualitas semata. Rasa keterlibatan ini yang menjadikan karyawan setia dengan satu perusahaan. 

Jika seorang karyawan baru Anda tetap resign sebelum 90 hari kerja, amati dulu kemungkinan penyebabnya. Ajak bicara karyawan tersebut, dan ketahui masalahnya. Permasalahan masih mungkin diselasaikan dengan jalan diskusi.  Anda mungkin telah melakukan semua tips tadi, tapi karyawan memutuskan resign. Dalam hal ini, Anda hanya harus menerima fakta bahwa karyawan tersebut tak tertarik dengan perusahaan. Cepat atau lambat, semua bidang bisnis dan perusahaan pasti akan mengalami turnover karyawan. Ini adalah hal yang normal. Anda hanya harus meminimalisir persentase resign karyawan baru, bukan melarang mereka melakukannya sama sekali.  

 

Rekomendasi bacaan: 
Bagaimana caranya fokus kerja di co-working space 
Berapa persen gaji Anda yang sebaiknya ditabung? 
Wajah baru Go-Jek di Thailand dan Vietnam 

 

Sumber: 
fastcompany.com 
gnapartners.com 
saplinghr.com 

Tags: HRD, perusahaan, karyawan, berhenti kerja, kerja, resign

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang