Media

Tren media sosial untuk strategi pemasaran online di tahun 2019
By Nelson Simbolon - 20 December 2018
4 min read 140 Views

Media sosial memiliki potensi besar sebagai strategi pemasaran efektif saat ini. Namun, tahukah kamu strategi pemasaran yang tepat untuk menggiring banyak kunjungan ke website melalui media sosial?
Banyak orang menggunakan media sosial sekadar untuk kesenangan pribadi. Padahal, berdasarkan data dari Keminfo di tahun 2017, penetrasi penguna internet di Indonesia sudah mencapai 143 juta orang lebih atau 54,68 persen dari total populasi yang ada.

Optimasi di media sosial juga dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke situsmu sekaligus menaikkan posisimu di urutan temuan mesin pencari. Karena itu, kamu perlu tahu strategi pemasaran apa yang harus kamu lakukan untuk mengelola media sosial di tahun 2019 nanti.

 

Format video lebih menarik

Dalam urusan membuat konten yang menarik, terutama konten-konten video, kamu harus bisa menciptakan konsep visual yang menarik bagi pengguna. Karena tampaknya konten berbentuk video akan mendominasi media sosial pada tahun 2019 sebagaimana yang telah terjadi pada 2018.

Menurut ahli online marketing, Marcus Sheridan, 80% hal yang akan dikonsumsi oleh para pengguna media sosial adalah konten video. Bahkan, Youtube pun akan meluncurkan konten video orisinil mereka untuk terus menarik penggunanya.

 

Kebangkitan fitur ‘Live’

Fitur video yang disiarkan secara langsung sudah hadir di Facebook dan Instagram. Fitur-fitur seperti ini bisa menjadi wadah yang potensial untuk dikembangkan sebagai ‘ladang konten’ bagi para marketer di tahun 2019 nanti karena interaktivitas dalam video yang disiarkan langsung dapat menjadi senjata ampuh untuk membangun kedekatan dengan pengguna media sosial.

 

Konten yang cepat ‘basi’

Akhir-akhir ini, pengguna di media sosial juga dimanjakan beragam konten. Hal ini mau tak mau membuat mereka cepat bosan dengan jenis konten yang itu-itu melulu. Hal ini terjadi karena banyak pengguna media sosial yang tak hanya ingin menjadi pemirsa, namun juga ingin berinteraksi dengan konten yang mereka dapat.

Karena itu, konten-konten singkat seperti Instagram Story banyak diminati oleh para marketer untuk beriklan. Buktinya, pada tahun 2018 ini jumlah pengguna Instagram Story ada sekitar 400 juta pengguna. Dilansir dari Entrepreneur (https://www.entrepreneur.com/article/300813), sekitar 200 juta pengguna Instagram menggunakan fitur Instagram Stories setiap bulannya.

Dengan jumlah pengguna yang besar tersebut, bukan tak mungkin konten-konten yang singkat akan menjadi primadona di tahun 2019 nanti. Karena itu, kamu harus menyiapkan strategi pemasaran melalui konten yang solid untuk bisa menjangkau para pengguna media sosial.

 

Transparansi

Privasi data dan keamanan pengguna di media sosial telah menjadi salah satu isu penting selama tahun 2018. Namun, faktanya, data pengguna di media sosial justru tak aman. Pada bulan Maret 2018 lalu, lembaga Cambridge Analytica tercatat telah mengoleksi data pribadi milik 87 juta pengguna Facebook secara diam-diam.

Data tersebut recananya akan digunakan untuk menargetkan iklan kampanye politik di AS kepada para pemilih yang dianggap sesuai dengan kriteria tertentu. Skandal tersebut sempat membuat Facebook dibanjiri banyak komentar negatif dari para pengguna internet.

Para pengguna media sosial sepertinya akan lebih berhati-hati dengan segala macam hal yang mereka dapatkan. Karena itu, sebagai pembuat konten, kamu juga perlu mengutamakan privasi pengguna ketika akan menggunakan data mereka untuk keperluan pemasaran.

 

Rekomendasi bacaan:

 

Sumber:

Tags: strategi pemasaran, social media, digital marketing

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang