Nampaknya banyak investor yang sudah semakin yakin dengan masa depan Gojek. Bahkan Visa sebagai ikut memberikan suntikan dana kepada Gojek dalam pendanaan seri F yang sedang berlangsung.
Lalu, seperti apakah perjalanan kisah pendanaan Gojek hingga bisa mencapai seri F dan masuk ke dalam jajaran decacorn startup?
Kisah awal di tahun 2010
Gojek mulai beroperasi sejak tahun 2010. Pada saat itu pemesanan dilakukan dengan sistem konsumen menghubungi operator, lalu operator yang akan mencarikan driver untuk konsumen. Hal ini bisa dilakukan melalui telepon dan whatsapp.
Tidak hanya penjemputan, Gojek juga menyediakan jasa antar barang yang dapat memudahkan konsumen dalam mengantarkan barang dalam waktu singkat.
Baru ketika teknologi sudah semakin berkembang, akhirnya Gojek pun memiliki aplikasi yang lebih memberikan kemudahan bagi penggunannya. Tak hanya itu, tarif Gojek pun cenderung lebih murah dibandingkan tarif ojek panggalan.
Hingga tahun kelima Gojek berdiri, bisa dikatakan Gojek agak tertutup mengenai daftar nama investor mereka. Hingga pada tahun 2015 dikabarkan Gojek mendapatkan kucuran dana pertama kasi dari NSI Ventures, kemudian disusul oleh Sequoia Capital dan DST Global.
Tidak disebutkan berapa besar pendanaan tersebut.
Hingga akhirnya pada Januari 2018, Google resmi mengumumkan bahwa mereka telah menjadi salah satu penyuntik dana Gojek. Tak lama setelahnya, Astra Internasional pun ikut mengumumkan investasinya kepada Gojek sekitar senilai Rp2 triliun. Pendanaan ini merupakan investasi terbesar sepanjang sejarah Astra di dunia digital.
Visa ikut mendukung Gojek
Semakin berkembang, kali ini penyedia teknologi pembayaran global asal Amerika Serikat yaitu Visa, ikut menyuntikan dana ke Gojek sebagai bagian dari pendanaan seri F Gojek yang tengah berlangsung.
Investasi ini bertujuan untuk bekerja sama dalam menyediakan lebih banyak alternatif pembayaran bagi konsumen Gojek. Meski begitu, tidak disebutkan berapa besaran dana yang diberikan oleh Visa kepada Gojek.
Dengan semakin meningkatnya jumlah pendanaan yang diterima oleh Gojek, perusahaan ini pun disebut memiliki angka valuasi hampir menyentuh US$10 miliar.
Rekomendasi bacaan:
- Kemenhub melarang adanya diskon tarif Gojek dan Grab, ini alasannya
- Semakin maju, Gojek kini jadi Decacorn
- Selain Unicorn Startup, ada juga Cockroach Startup. Apa arti keduanya?
Sumber:
- Techinasia.com
- Techinasia.com
- Dealstreatasia.com
- Liputan6.com