Register

careers

8 Penyakit akibat kerja berlebihan yang sering muncul

Tsalis Annisa

10 January 2021

penyakit-akibat-kerja-EKRUT.jpg

Jika kamu sering menghabiskan waktu untuk lembur, coba pertimbangkan kembali kebiasaan tersebut. Pasalnya, bekerja secara berlebihan akan membuatmu kelelahan, menurunkan daya tahan tubuh, serta mudah terserang penyakit.

Penyakit akibat kerja berlebihan tidak hanya mengganggu kesehatan secara umum, tapi juga menurunkan produktivitas kerja. Kondisi tubuh yang menurun ditambah stres akibat pekerjaan akan membuat hasil kerja menjadi tidak optimal.

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering muncul akibat bekerja berlebihan. 

1. Sakit punggung

penyakit akibat kerja EKRUT
 
Duduk yang lama berjam-jam di depan komputer bisa menimbulkan sakit punggung - EKRUT

Sakit punggung dapat disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya postur duduk yang buruk, saraf terjepit, salah gerak saat membungkuk, serta kebiasaan mengangkat bebab berat dengan cara yang keliru.

Risiko sakit punggung bertambah besar jika pekerjaanmu membuat kamu harus duduk di depan komputer selama berjam-jam. Kamu bisa mencegah sakit punggung dengan menjaga postur duduk yang baik, berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.

2. Sakit kepala

penyakit akibat kerja EKRUT 
Bekerja berjam-jam di depan komputer juga bisa memicu sakit kepala - EKRUT

Bekerja selama berjam-jam di depan komputer juga dapat memicu penyakit akibat kerja yakni sakit kepala. Ini disebabkan karena otot-otot di area leher, rahang, kepala, dan wajah menjadi tegang akibat kurang bergerak.

Sakit kepala biasanya dapat diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, cara terbaik mengatasi sakit kepala adalah dengan mencegahnya. Beristirahatlah selama 5 menit setiap satu jam sekali agar otot tubuh kembali rileks.

3. Gangguan jantung dan sistem peredaran darah

penyakit akibat kerja EKRUT
 
Orang yang bekerja lebih dari 10 jam sehari memiliki risiko penyakit kardiovaskular - EKRUT

Bekerja lembur meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung.

Sebuah penelitian pada tahun 2010 bahkan menunjukkan bahwa orang yang bekerja lebih dari 10 jam sehari memiliki risiko 60 persen lebih besar terkena penyakit kardiovaskular.

Stres dan pola makan yang buruk merupakan pemicu utamanya. Selain mengelola stres kerja dengan baik, kamu juga perlu mengonsumsi makanan yang menyehatkan bagi jantung. Misalnya ikan, daging tanpa lemak, serta sayur dan buah.

4. Mata tegang

penyakit akibat kerja EKRUT
 
Orang yang sering melihat komputer berpotensi mengalami mata tegang - EKRUT

Sekitar 64-90 persen pekerja yang menggunakan komputer mengalami mata tegang, sakit kepala, mata kering, dan penglihatan kabur. Penyebabnya tidak lain adalah kurangnya waktu istirahat bagi mata setelah lama menatap layar komputer.

Kamu sebenarnya dapat mencegah kondisi ini dengan menerapkan aturan 20/20/20. Setiap 20 menit, tataplah suatu objek dengan jarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara ini amat bermanfaat untuk mengistirahatkan mata yang lelah.

5. Flu dan pilek

penyakit akibat kerja EKRUT 
Coba batasi kontak dengan orang yang terkena flu agar tidak mudah menular - EKRUT

Kantor merupakan lingkungan tertutup yang memungkinkan virus berpindah antara satu sama lain. Ruang kantor yang menggunakan pendingin udara bahkan membuat penyakit semakin mudah menular.

Jika rekan kerjamu mengalami flu dan pilek, batasilah kontak dengannya sebelum ia benar-benar pulih. Kamu juga harus sering mencuci tangan, terlebih setelah memegang barang yang digunakan bersama.

Selain itu, bila kamu mulai mengalami gejala flu dan pilek maka sebaiknya perbanyak minum air putih, beristirahat tepat waktu dan mengkonsumsi makanan yang sehat serta vitamin. Dengan begitu gejala flu kamu akan mereda. 

Baca juga: Mengenal virus Corona dan cara mencegahnya di kantor

6. Kondisi terkait stres

penyakit akibat kerja EKRUT 
Tekanan kerja yang tinggi bisa memicu stres - EKRUT

Tekanan kerja yang tinggi adalah pemicu utama stres di lingkungan kerja. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat menyebabkan sakit kepala, masalah pencernaan, gangguan jantung, hingga menurunkan konsentrasi dan produktivitas kerja.

Stres berlarut-larut yang tidak ditangani dengan baik juga dapat mengganggu kondisi psikologis. Tak jarang, karyawan yang mengalami stres berat menjadi lebih rentan terhadap depresi dan gangguan mental sejenisnya.

Kamu sebenarnya bisa mengatasi stres ini dengan menceritakan kesulitan kamu kepada rekan kerja atau keluarga untuk meringankan bebanmu mengatasi perasaan ini. Mintalah kepada mereka saran untuk solusi terbaik menghadapi masalah tersebut. 

Di sisi lain, beristirahat dengan cukup dan tepat waktu juga bisa membantumu meredakan stres. 

7. Kanker usus besar

penyakit akibat kerja EKRUT 
Menurut riset hampir 44 persen orang yang bekerja selama 10 tahun berpotensi alami kanker usus besar - EKRUT

Menurut sebuah riset bahwa orang yang bekerja selama 10 tahun dan menghabiskan sebagian waktunya di meja memiliki kemungkinan menderita risiko kanker usus besar 44 persen. 

Untuk mencegah agar penyakit akibat kerja berlebihan ini tidak muncul, kamu sebaiknya membiasakan diri untuk dapat bergerak dan tidak duduk seharian.

Selain itu, kamu juga dapat mencegahnya dengan melakukan diet sehat serta banyak mengonsumsi sayuran hijau salah satunya brokoli yang bagus bagi usus.  

8. Kelelahan

penyakit akibat kerja EKRUT
 
Rasa lelah terkadang tidak bisa tergantikan akibat beban kerja yang berat - EKRUT

Pekerja kantoran cenderung memiliki waktu istirahat yang kurang. Ditambah stres, tekanan pekerjaan tanpa habis, dan gaya hidup tidak sehat, kondisi ini dapat mengakibatkan kelelahan kronis.

Rasa lelah tersebut biasanya tidak dapat hilang dengan mudah. Walaupun kamu telah memiliki waktu tidur yang cukup pada hari libur, kamu justru terbangun dengan keadaan yang lelah. Produktivitas kerja pun terkena imbasnya.

Beberapa upaya yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kelelahan tersebut adalah dengan bekerja dengan pencahayaan yang pas, membuat ruang kerja senyaman mungkin serta kurangi kafein, kurangi alkohol dan minum air putih, buah dan vitamin lebih banyak untuk meningkatkan energi. 

Baca juga: 7 Jenis vitamin untuk pekerja keras yang wajib kamu konsumsi

Perlu kamu tahu bahwa penyakit akibat kerja berlebihan sebenarnya dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, pola makan sehat juga sama pentingnya untuk menjaga tubuh tetap bugar.

Memaksakan diri bekerja dalam kondisi tidak fit malah akan mengganggu produktivitas dan hasil kerja. Jadi, mulailah gaya hidup sehat dari sekarang agar tubuhmu lebih kuat menangkal penyakit.

penyakit akibat kerja EKRUT 
Last update 10 January 2021

Sumber:

 

Tags

Share