Belakangan ini, gaya hidup minimalism mengalami peningkatan di masyarakat. Banyak orang mulai sadar dan memutuskan untuk mengubah gaya hidup mereka dari konsumtif menjadi minimalis. Jika kamu merasa penasaran, baru saja mendengar, atau tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai minimalism, ini adalah waktu yang tepat untuk memulai serta mempertimbangkan apakah gaya hidup ini cocok untukmu.
Apa itu minimalism?
Minimalism mengajarkan kita untuk fokus pada hal yang benar-benar dibutuhkan - Unsplash
Dikutip dari becomingminimalist.com, minimalism adalah sebuah paham yang berfokus pada hal-hal tertentu yang benar-benar dibutuhkan dalam hidup. Minimalism dapat menghilangkan gangguan dari kepemilikan berlebih terhadap sesuatu sehingga kamu dapat fokus pada hal-hal lain yang lebih penting.
Meskipun penerapan paham ini dapat berbeda di setiap orang, gaya hidup minimalism tetap akan memberikan dampak. Ketika kamu belajar menyederhanakan hidup dengan minimalism, kamu akan menyadari bahwa kamu dapat menyelesaikan lebih banyak hal penting setiap harinya.
Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Motivasi Yang Bikin Semangat
Manfaat menerapkan hidup minimalism
Salah satu manfaat menerapkan hidup minimalism adalah pola pikir yang lebih bahagia - Pexels
Dengan melepaskan diri dari hal-hal yang berlebihan dalam hidup, kamu dapat menemukan kebahagiaan, kepuasan, dan kebebasan. Selain itu, manfaat menerapkan hidup minimalism menurut gogreendrop.com, antara lain sebagai berikut.
1. Mengurangi keterikatan pada hal-hal yang tidak penting
Banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat memiliki kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan atau hanya takut untuk dibuang karena berbagai alasan. Mengadopsi gaya hidup minimalism berarti menghindari kebiasaan ini. Dengan mengurangi keterikatan pada barang-barang yang tidak penting, kamu akan memiliki lebih banyak energi untuk fokus pada hal yang benar-benar penting.
2. Pengeluaran lebih sedikit
Salah satu manfaat nyata dari gaya hidup minimalism yang bisa langsung dirasakan adalah pengeluaran yang lebih sedikit. Tanpa harus selalu membeli koleksi terbaru, baik pakaian, sepatu, peralatan dapur, atau apa pun, kamu dapat menghemat banyak uang dalam jangka panjang. Dana tersebut dapat kamu alokasikan untuk investasi atau mewujudkan impianmu di masa depan daripada hanya digunakan untuk memuaskan keinginan yang bersifat sementara.
3. Pola pikir menjadi lebih bahagia
Menjadi minimalism adalah tentang mengurangi apa yang kamu miliki sehingga kamu dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti "menjadi bahagia" bisa jauh lebih sulit daripada yang seharusnya karena keterikatan kita pada hal-hal yang tidak terlalu penting.
Ketika kamu melepaskan hal-hal yang mengikat, kamu akan merasakan kebebasan yang dapat meningkatkan pola pikirmu. Proses menyingkirkan hal-hal seperti ini juga bermanfaat bagi dirimu sendiri karena kamu akan merasa lebih efektif dan efisien dalam beraktivitas.
4. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Salah satu bagian terburuk dari dunia global yang saling terhubung saat ini adalah bagaimana hal tersebut sering membuat orang membandingkan diri mereka dengan orang lain secara tidak adil. Banyak dari kita berfokus pada hal-hal baru yang dimiliki oleh orang lain dan menginginkan hal yang sama.
Menjadi minimalism mencegah kita jatuh ke dalam perangkat tersebut karena kita tahu bahwa memiliki hal-hal tersebut tidak akan langsung membuat kita lebih bahagia. Mengadopsi gaya hidup minimalism memungkinkan kamu untuk melepaskan diri dari pembicaraan mengenai perbandingan, membiarkan kamu bahagia dengan hal-hal yang kamu miliki daripada selalu menginginkan lebih.
Baca juga: Mudah, Ini 9 Cara Mempraktikan Mindfulness Di Tempat Kerja
Konsep minimalism vs consumerism
Consumerism identik dengan memenuhi keinginan seseorang - Pexels
Konsep minimalism dan consumerism seperti dua sisi mata uang. Keduanya memiliki karakteristik yang saling bertolak belakang. Agar lebih memahaminya, berikut perbedaan minimalism dan consumerism sebagaimana telah dirangkum dari johnspencerellis.com dan investopedia.com.
Minimalism | Consumerism |
Minimalism adalah paham yang berfokus pada hal-hal tertentu yang benar-benar dibutuhkan dalam hidup. | Consumerism adalah gagasan yang menyatakan bahwa individu yang mengonsumsi barang dan jasa dalam jumlah besar akan hidup lebih baik. |
Minimalism berbicara tentang kebutuhan. Lebih tepatnya, menjalani gaya hidup minimalism akan membantumu untuk fokus pada hal-hal yang menjadi kebutuhanmu saja. | Consumerism berbicara tentang keinginan. Orang yang menganut paham ini percaya bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang bergantung pada perolehan barang-barang konsumsi dan harta benda. |
Minimalism mendorong orang untuk membeli produk secukupnya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Dalam proporsi yang besar, hal ini dapat mengurangi produksi barang dan jasa karena kebutuhan mereka akan konsumsi juga turut berkurang. | Dalam ekonomi, consumerism adalah pendorong utama roda perekonomian. Para pendukung gagasan ini menunjukkan bagaimana pengeluaran konsumen dapat mendorong ekonomi dan mengarah pada peningkatan produksi barang dan jasa. Sebagai hasil dari belanja konsumen yang lebih tinggi, kenaikan PDB juga dapat terjadi. |
Minimalism adalah pilihan gaya hidup yang ramah lingkungan. Seiring dengan anjuran untuk mengorganisir kembali dan mempertahankan barang yang telah dimiliki, sejumlah besar paket dan limbah akan berkurang. | Consumerism berbahaya bagi lingkungan dan penyumbang besar perubahan iklim. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Industrial Ecology menunjukkan bahwa konsumen bertanggung jawab atas lebih dari 60 persen emisi gas rumah kaca dunia dan hingga 80 persen penggunaan limbah dunia. |
6 Cara menerapkan minimalism dalam hidup
Menerapkan minimalism dimulai dengan merelakan barang yang sudah tidak dibutuhkan - Pexels
Melakukan transisi dari gaya hidup consumerism menuju minimalism memang bukan hal yang mudah. Namun, dengan usaha yang konsisten, bukan tidak mungkin kamu dapat memperbaiki diri secara bertahap.
Berikut 6 cara menerapkan minimalism menurut johnspencerellis.com yang dapat segera kamu lakukan.
1. Mengambil langkah pertama
Jika ini adalah sesuatu yang baru bagi kamu, mungkin kamu akan membutuhkan setidaknya setengah jam setiap hari untuk memikirkan hal-hal yang kamu miliki. Saat ini, sudah waktunya untuk mendeklarasikan dan menghapus hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.
Tentu saja, jika kamu sudah terbiasa menjalani kehidupan yang mewah, kemungkinan besar ada banyak hal yang tidak kamu butuhkan. Mulailah dengan membuat daftar hal-hal yang benar-benar dibutuhkan dan hal-hal yang benar-benar diinginkan. Ini akan membantu kamu memilah antara barang esensial dan barang mewah.
2. Merelakan barang yang tidak dibutuhkan
Setelah membuat daftar barang, kamu juga harus belajar merelakan barang yang sudah tidak dibutuhkan. Kamu bisa membagikannya dalam kegiatan sosial ataupun menjualnya. Selain memungkinkan kamu mendapatkan penghasilan tambahan, kamu juga bisa menyimpan uang tersebut untuk kebutuhan di masa depan.
3. Menyadari keinginan yang timbul secara tiba-tiba
Sebelum membeli sesuatu, pertimbangkan kembali apakah kamu benar-benar membutuhkannya. Bahkan, kamu harus menanyakan pertanyaan ini berulang kali kepada diri sendiri. Jangan membeli sesuatu kecuali kamu cukup yakin bahwa kamu benar-benar membutuhkannya. Setelah merasa yakin, baru belanjakan. Cara ini akan mencegah kamu dari pengeluaran yang impulsif dan boros.
4. Beri jeda dan tarik napas
Selalu berhenti sejenak, sebelum mengambil keputusan apapun dalam hidup. Bertindak hanya berdasarkan dorongan hati dan tanpa pertimbangan yang matang hanya akan membuat penyesalan. Sama halnya dengan membeli, sebelum melakukan pembelian, beri jeda dan tarik napas. Mengambil napas panjang sebelum melakukan pembelian akan memberimu cukup waktu untuk membuat pikiran jernih tentang pembelian tersebut.
5. Jangan memperhatikan iklan
Memang tidak mungkin bahwa kamu memblokir semua iklan dari hidupmu. Namun, kamu bisa membatasi eksposur tersebut. Salah satu caranya dengan membatasi penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Kurangi waktu layar untuk menjaga dirimu tetap tenang dan hidup dalam damai.
6. Paksa dirimu untuk menunggu
Nah, ini adalah praktik lain yang mungkin berguna karena akan memberikan banyak waktu untuk berpikir sebelum melakukan pembelian. Memaksa dirimu untuk menunggu juga dapat membantu menganalisis esensi, manfaat, dan kebutuhan pembelian yang akan dilakukan.
Baca juga: Senang Menulis Jurnal? Cobalah Rocketbook Wave
Menganut gaya hidup minimalism bukan praktik yang mudah, tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin. Singkatnya, ini adalah praktik menyerah pada keinginan dan melepaskan hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Terapkan cara-cara yang telah disebutkan di atas dan jalani hidup sepenuhnya dengan hal-hal sederhana yang menggembirakan.
Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!
Sumber:
- becomingminimalist.com
- gogreendrop.com
- johnspencerellis.com
- investopedia.com