Register

careers

Marketing mix: pengertian, konsep dan cara membuatnya

Nur Lella Junaedi

24 January 2021

marketing-mix-adalah-EKRUT.jpg

Bila bisnis kamu ingin menerapkan pemasaran yang tepat, tak ada salahnya untuk mencoba konsep marketing mix. Konsep ini telah dikenal sejak lama oleh para pebisnis dan masih relevan digunakan hingga saat ini. 

Untuk mengenalnya konsep marketing mix ini lebih jauh, berikut beberapa pengertian dan manfaat marketing mix yang perlu kamu tahu.

Apa itu marketing mix?

marketing mix adalah EKRUT 
Marketing mix adalah serangkaian cara yang digunakan bisnis untuk menjual produk atau layanan kepada sasaran pelanggan - EKRUT

Marketing mix adalah serangkaian tindakan atau cara yang digunakan oleh bisnis untuk menjual produk atau layanan kepada sasaran pelanggannya.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden dalam artikelnya pada tahun 1964. Neil Borden menjelaskan bahwa pemasaran berisi tentang produk, harga, perencanaan, tampilan, branding, pengemasan, iklan, promosi, dan penjualan pribadi. 

Konsep ini lalu disempurnakan oleh E Jerome McCarthy yang kemudian mengelompokkan beberapa item di atas ke dalam konsep 4P yakni product, place, price, dan promosi. 

Tak lama pada tahun 1981-an, konsep marketing mix diperbaharui oleh Boom & Bitner, dengan menambahkan tiga konsep yakni people, process dan physical evidence. Sehingga jumlah konsep marketing mix menjadi 7P.

Baca juga: Mengenal Segmenting Targeting Positioning (STP) Marketing

Konsep 4P dan 7P dalam marketing mix

marketing mix adalah EKRUT 
Ada sekitar beberapa elemen marketing mix yang dirangkum dalam 7P - EKRUT

Untuk mengetahui apa saja elemen dalam marketing mix yang dirangkum dalam 7P, berikut penjelasannya.

1. Product 

Saat merencanakan suatu bisnis, pengusaha harus menempatkan dirinya dalam posisi konsumen agar mengerti apa yang dibutuhkan melalui produk yang diciptakan.

Sebaiknya sebelum membuat produk, pebisnis melakukan riset atau mengidentifikasi dahulu kira-kira melalui produk yang ada, apa yang diharapkan oleh konsumen dan manfaat serta fitur apa saja yang akan diusung. 

Buatlah produk yang bisa bertahan seiring generasi, sebab bila tidak maka akan tergantikan dengan produk lain yang muncul beberapa tahun setelahnya. 

2. Place

Tempat atau distribusi mengacu pada bagaimana produk bisa tersedia bagi konsumen. Pebisnis harus memikirkan di mana kira-kira produk dipasarkan, didistribusikan atau ditempatkan agar produk mudah terakses oleh konsumen. 

Ada banyak cara yang bisa pakai untuk mendistribusikan produk, seperti melalui penjualan di marketplace, memasarkan produk di swalayan, sistem dropship, pasar atau mengelola bisnis franchise. 

Baca juga: Mengenal apa itu bisnis franchise dan ragamnya

3. Price

Harga mengacu pada apa yang diharapkan oleh produsen terhadap produk yang dijual kepada konsumen dengan membayar produk itu. Harga produk tergantung pada nilai yang dipersepsi dari pelanggan ketimbang nilai asli dari produk itu sendiri. 

Oleh karena itu dalam penetapan harga  penting bagi kamu untuk mempersepsikan apa yang akan dipikirkan konsumen dengan harga itu, terlepas dari apakah produk tersebut mahal atau murah. 

Bila persepsi pelanggan positif tentang produk tersebut, kemungkinan mereka tak mempermasalahkan bila harga produk itu tinggi. Sementara bila produk tak bernilai di mata pelanggan maka, ada kemungkinan proses penjualan tak akan berhasil.

4. Promotion

Konsep 7P selanjutnya dalam marketing mix adalah proses promosi produk. Biasanya ini berbicara tentang strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan brand awareness terhadap merek yang dijual, bentuknya bisa berupa iklan. 

Beberapa contoh iklan di masa lalu biasanya menggunakan media radio, televisi hingga surat kabar. Sementara kini media promosi lebih banyak menggunakan online melalui media sosial di Instagram, Facebook, TikTok dan sebagainya. 

Walaupun begitu, baik pemasaran offline maupun online bisa dicoba keduanya oleh bisnis untuk mengetahui hasil mana yang terbaik dalam melakukan promosi. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah terkait biayanya sebab tak sedikit bila harus melakukan keduanya itu. 

5. People 

Dalam konsep 7P selanjutnya yang sempat ditambahkan oleh Boom & Bitner menganggap bahwa keberadaan orang atau staf pekerja juga teramat penting dalam proses pemasaran. 

Sebab, para karyawan inilah yang berperan aktif menawarkan produk atau layanan tersebut kepada konsumen. 

Karena itu, penting bagi perusahaan untuk merekrut karyawan yang dapat membangun hubungan baik dengan pelanggan, guna bisnis tak kehilangan pelanggan potensial. 

Baca juga: 7 Faktor yang memengaruhi kinerja karyawan

6. Physical Evidence

Konsep 7P lain dalam marketing mix adalah mencakup bentuk fisik yang mengacu pada lingkungan di mana produk ada. 

Contoh bentuk fisik ini menjelaskan tentang kebenaran adanya produk atau perusahaan tersebut, dengan ditunjukkan melalui brosur, situs perusahaan, kartu nama dan sebagainya. 

Atau kamu bisa mengambil contoh hotel, dimana bentuk fisiknya berupa gedung yang dalamnya diisi dengan berbagai macam perabotan, dekorasi, pencahayaan, fasilitas restoran, kolam renang dan staf hotel yang siap melayani pelanggan. 

7. Process

Ini merupakan elemen terakhir dalam 7P di konsep marketing mix yang berbicara tentang proses. 

Elemen ketujuh ini dalam marketing mix adalah sangat penting karena berbicara tentang bagaimana proses bisnis ini bisa berjalan dengan baik bagi perusahaan. Ini mencakup semua kegiatan yang semua orang berperan di dalamnya. 

Mulai dari proses pemasaran produk, transaksi produk, pengiriman hingga layanan purna jual saat produk mengalami kerusakan. Hal-hal seperti ini penting untuk diperhatikan sehingga pelanggan akan merasa tenang telah memilih produk kamu. 

Bagaimana cara membuat marketing mix yang efektif? 

cara merancang marketing mix yang efektif EKRUT 
Lakukan marketing mix dalam beberapa langkah ini - EKRUT

Setelah kamu mengetahui tentang konsep marketing mix yang masuk dalam 7P, untuk membantu mengaplikasikan konsep tersebut dalam bisnis, kamu bisa memulainya dengan langkah-langkah ini. 

  • Cocokkan target profil pelanggan. Marketing mix harus didasarkan pada profil pelanggan yang ditargetkan agar efektif. Ini berarti jika pelanggan yang ditargetkan adalah pelanggan kelas atas.

Maka, produkmu harus ditempatkan lebih unggul secara kualitatif. Penetapan harga juga harus mencerminkan kualitas. 

  • Adanya harmonisasi antar elemen. Semua marketing mix harus disintesis dengan baik untuk memberikan posisi yang berbeda untuk produk mu. Ketidakharmonisan dalam aspek internal dapat memengaruhi kredensial di mata pasar dan menyebabkan kegagalan. 
  • Gabungkan juga dengan tujuan organisasi. Kamu perlu mengukur tujuan organisasi secara keseluruhan dan menyelaraskan marketing mix ini untuk tujuan perusahaan.

Jika perusahaan mencari penetrasi pasar yang luas dengan produk baru, kamu perlu memilih orang, harga, strategi promosi dan metode distribusi yang sesuai. 

  • Tonjolkan keunggulan produk. Saat menjual produk, kamu bersaing dengan produk lainnya. Tetapi kamu bisa membuatnya terlihat unik dari produk lainnya. Oleh karena itu, pilihan marketing mix juga harus mempertimbangkan strategi pesaing agar produkmu terlihat lebih unggul.  

Baca juga: 8 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif

Melalui penerapan 7P marketing mix ini pebisnis bisa memikirkan secara cermat produk apa yang sekiranya dibuat bagi pelanggan berlandaskan hasil identifikasi dan riset yang dilakukan. 

Dengan begitu, bisnis yang dibuat tak hanya bisa bertahan sebentar saja melainkan bisa bertahan seiring waktu. 

marketing mix adalah EKRUT 
Last update 24 January 2021

Sumber: 

Tags

Share