Technology

Jepang manfaatkan blockchain untuk promosi manga dan anime

Published on
Min read
3 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

blockchain-adalah-EKRUT.jpg

Tingginya antusiasme masayarakat dan investor terhadap mata uang digital atau criptocurrency ternyata tak hanya berujung pada investasi blockchain semata. Kini, bahkan salah satu perusahaan Jepang pun ingin memasukkan manga dan anime dalam blockhain, yang tentunya merupakan ide unik dalam dunia cryptocurrency dan industri bisnis. Seperti apa langkah perusahaan tersebut dan sejauh apa tujuannya?

Cool Japan

Jepang memiliki rekam jejak panjang dalam menciptakan gagasan dan dialog budaya yang bermakna serta beragam, baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia. Media Jepang memiliki peran dalam menyeimbangkan tema-tema unik tapi tetap akrab bagi publik. Hal ini pun membangkitkan minat berbagai lapisan masyarakat. 

Belum lama ini, Jepang meluncurkan sebuah proyek bernama Cool Japan. Proyek tersebut pun melibatkan warga negara asing untuk menghadirkan konten menarik. Otaku ikut menjadi kontributor dalam proyek itu. Otaku adalah kumpulan orang yang memiliki minat tinggi terhadap anime dan manga Jepang.

Kebudayaan Jepang memang sudah mendunia. Saat ini, kebudayaannya berkembang lebih cepat karena peran pemerintahnya yang melakukan promosi ke luar negeri. Langkah ini sejalan dengan Jepang yang memang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020.

Baca juga: Bank Dunia lirik blockchain untuk terbitkan obligasi

MINDOL dan Sora No Oshigoto

Untuk melanjutkan misi Cool Japan, salah satu perusahaan di Jepang merancang proyek MINDOL. Proyek ini akan menghadirkan konten baru pada anime, bioskop, game, mangga, hingga musik. Tujuannya, tentu saja untuk membantu penyebaran budaya Jepang. 

Menariknya, proyek ini memanfaatkan blockchain Ethereum. Teknologi blockchain dipilih karena diyakini dapat mendukung hak cipta serta transparansi donasi. MINDOL berupaya menemukan, membuat, serta mempromosikan influencer termasuk blogger dan vlogger, di seluruh platform media.

Selain MINDOL, ternyata masih ada proyek lain, yaitu Sora No Oshigoto. Proyek ini dijalankan oleh Departemen Pertahanan Jepang. Dalam proyek ini, karya yang ditonjolkan adalah animasi seni bela diri remaja. Setelah animasi selesai dikerjakan, produk dan permainan berkarakter manga akan dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia.

Terdaftar pada cryptocurrency

Tahun ini, MINDOL telah menetapkan beberapa target untuk projek mereka sendiri. Pada bulan Agustus, mereka secara resmi terdaftar pada pertukaran cryptocurrency. Kemudian pada Oktober, mereka akan mengumumkan detail proyek animasi mereka. Sebelum akhir tahun, MINDOL akan memulai produksi dengan para artis.

Baca juga: Blockchain dan masa depan negara berkembang

Tahun depan, MINDOL berencana merilis novel dan komik untuk anak-anak. Rencananya, proyek MINDOL ini pun akan ikut serta dalam Wonder Festival Winter pada 2020. Dengan demikian, Jepang bisa melakukan promosi kebudayaannya dengan masif.

Apakah MINDOL juga akan menjangkau Indonesia? Atau malah melibatkan komikus Tanah Air?

blockchain adalah EKRUT

Sumber:

  • thenextweb.id
  • navms.com
  • cryptodisrupt.com
  • chasecarbon.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cryptocurrency.jpg

    Technology

    Apakah Mata Uang Digital dapat Mengatasi Inflasi?

    Widyanto Gunadi

    06 October 2022
    0 min read
    Depositphotos_130855816_s-2015.jpg

    Technology

    Blockchain dan efisiensi industri

    Maria Yuniar

    30 September 2022
    3 min read
    tabungan-berjangka-adalah-EKRUT.jpg

    Careers

    Belajar rutin menabung lewat tabungan berjangka

    Nur Lella Junaedi

    30 September 2022
    5 min read

    Video