Media

Jangan katakan 6 hal ini saat interview
By Maria Yuniar - 16 July 2018
3 min read 5226 Views

Mendapat panggilan wawancara kerja dapat dibilang sebagai sebuah pencapaian. Namun, tak semua orang dapat lolos dari tahap ini. Sebab pada saat wawancara kerja, nyatanya perekrut tak hanya mencari calon karyawan yang dapat bekerja, tapi juga dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan harus memiliki kualitas tertentu dalam diri mereka.

Sayangnya, tak ada pernah pakem yang jelas untuk bisa lolos dalam wawancara kerja karena setiap kantor memiliki standar yang berbeda-beda. Namun setidaknya, ada beberapa hal yang bisa Anda jadikan sebagai acuan saat berada dalam wawancara kerja. Seperti yang satu ini. Simak enam hal yang pantang Anda sampaikan saat mengikuti wawancara kerja.

 

“Saya benci perusahaan lama saya”

Jangan pernah merendahkan perusahaan atau orang-orang di kantor lama Anda, saat menjalani wawancara kerja di calon kantor baru. Bukan berarti Anda harus berbohong bila memang tak suka. Namun, Anda harus menyadari bahwa setiap kantor memiliki budaya dan cara kerja yang berbeda-beda. 

Mungkin Anda memang tak cocok di sana. Oleh karena itu, lebih baik Anda tunjukkan tingginya minat Anda bekerja di calon kantor baru tersebut.

 

“Saya akan melakukan segalanya”

Mungkin Anda pernah berpikir untuk berusaha melakukan segala hal di calon kantor baru demi memuaskan bos. Hal tersebut memang tak salah untuk menunjukkan hasrat Anda dalam bekerja di calon kantor baru. Namun, tak jarang, pewawancara juga mencari calon karyawan yang benar-benar memiliki kemampuan penuh dalam suatu bidang tertentu. 

Karena itu, katakan kepada pewawancara Anda bahwa di satu sisi, Anda dapat melakukan pekerjaan sesuai bidang Anda. Di sisi lain, Anda juga memiliki hasrat untuk belajar hal baru yang dapat mendukung pekerjaan Anda.

 

“Saya memiliki motivasi tinggi, dapat belajar dengan cepat dan berjiwa kepemimpinan”

Kalimat di atas tentu bukan kalimat pertama yang diterima oleh pewawancara dari calon karyawan seperti Anda. Mungkin mereka sudah pernah mendengarnya ribuan kali, kadang tanpa contoh yang jelas. 

Sebaiknya, jika Anda ingin menggunakan kalimat ini saat wawancara, berikan contoh yang jelas. Contohnya, kontribusi dalam tim dan dampak yang Anda ciptakan.

 

“Saya tak tahu bagaimana melakukannya”

Sebaiknya, bila merasa tak bisa mengerjakan suatu hal, ungkapkan dengan cara lain yang lebih diplomatis. Misalnya, Anda dapat mengatakan belum berpengalaman, tapi tertarik dengan tantangan baru. Karena itu, Anda akan mencoba untuk mengerjakannya. 

Anda bisa juga memberi contoh bahwa Anda pernah melakukan hal lain yang serupa dengan hal yang diminta. Jawaban tersebut akan memberi kesan bahwa Anda bukan orang yang mudah menyerah sebelum berperang.

 

“Apa yang perusahaan Anda kerjakan?”

Menyampaikan hal di atas merupakan ‘gol bunuh diri’ bagi Anda. Sebab, pertanyaan tersebut menunjukkan Anda tak melakukan riset yang dalam sebelum melakukan wawancara kerja.

Untuk menunjukkan bahwa Anda sudah mempelajari calon kantor baru dengan baik, Anda dapat menanyakan hal-hal seperti, “Apa tantangan terbesar yang sedang dihadapi perusahaan?” atau “Apakah perusahaan memiliki rencana besar dalam beberapa tahun mendatang?”

 

“Saya ingin gaji sebesar...”

Jangan pernah membicarakan gaji dan tunjangan lain yang mungkin Anda terima sebelum ditanya oleh pewawancara, meski pada akhirnya Anda tetap akan membicarakan hal itu. Pertanyaan tentang gaji yang terlalu awal akan memberikan Anda kesan money-oriented bagi pewawancara.

Selain itu, bila sudah sampai pada tahap negosiasi gaji dan bingung untuk menjawab, lebih baik Anda “bermain aman”. Berikan kesan Anda bahwa fleksibel soal gaji. 

Ketika sudah sampai pada tahap wawancara akhir, perusahaan mungkin akan mengabari Anda nilai gaji yang Anda dapat atau menanyakan ekspektasi gaji Anda. Pada saat itu, Anda dapat melakukan riset kecil dengan menghitung pengeluaran Anda per bulan, gaji rata-rata di bidang tersebut, dan pengalaman bekerja Anda di bidang tersebut. Setelah itu, lakukan negosiasi dengan arif untuk mencapai kesepakatan dengan calon kantor baru Anda.

Jika sudah berkali-kali melamar kerja tapi tak kunjung menerima panggilan interview, ini saatnya Anda bergabung dengan talent marketplace EKRUT. Di EKRUT, Anda tidak perlu mengirim aplikasi lamaran satu per satu ke setiap perusahaan yang dituju. Anda hanya tinggal melengkapi profil di platform EKRUT. Selanjutnya, profil Anda berpeluang dilirik ratusan perusahaan, termasuk startup.

 

Rekomendasi bacaan:
4 kesalahan terberat di kantor
Terjegal kebijakan imigrasi, Microsoft keluar dari AS?
7 persiapan sebelum pindah kerja

 

Sumber:
fastcompany.com
moneysmart.id

Tags: interview, interview kerja, wawancara kerja, wawancara

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang