Ketika mencari gambar di internet, apakah kamu sadar bahwa kamu akan menemukan banyak sekali gambar yang terlihat sangat natural? Tetapi, apakah kamu tahu bahwa tidak semua gambar di internet itu asli? Sebagian besar gambar yang kamu lihat di internet sebenarnya asli, tetapi ada beberapa gambar yang ternyata telah melalui proses digital imaging.
Mungkin kamu tidak akan sadar jika gambar dari internet yang kamu simpan merupakan salah satu hasil dari proses digital imaging berupa gambar digital (digital image). Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan digital imaging? Digital imaging atau pencitraan digital merupakan suatu penciptaan gambar digital (digital image) yang biasanya terinspirasi dari adegan fisik.
Saat ini, masih banyak orang yang mengartikan bahwa proses digital imaging hanya untuk “mempercantik” foto atau gambar yang ditangkap dengan kamera. Sebenarnya, anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Istilah digital imaging memang masih terdengar asing, sehingga hanya dianggap sebagai proses penyuntingan gambar saja. Padahal, digital imaging merupakan sebuah proses yang panjang dan memiliki output yang tentunya berbeda dengan fotografi film.
Baca juga: 5 Jenis desain grafis beserta tugas, skill-set, dan proyeksi karier 2022
Apa itu digital imaging?
Digital imaging sebagai sebuah proses mengolah gambar dengan teknologi. (sumber: pexels)
Digital imaging atau pencitraan digital merupakan sebuah proses pengolahan gambar yang melibatkan teknologi digital dalam penciptaan hasilnya. Proses pencitraan digital sebenarnya tidak hanya berfokus pada proses penyuntingan saja, tetapi dimulai dari tahap pengambilan gambar sampai tahap publikasi hasil.
Dalam dunia fotografi, pengolahan gambar digital tentu berbeda dari proses pengolahan gambar dari fotografi film. Perbedaan yang sangat mendasar dari proses pencitraan digital dengan pengolahan gambar film dapat kamu lihat dari alat pengambil gambar (kamera) yang digunakan. Dalam fotografi digital, fotografer menggunakan kamera digital untuk mengambil gambar. Sedangkan dalam fotografi film, fotografer menggunakan kamera film untuk menangkap dan menyimpan gambar.
Dalam proses pengolahan gambar, proses digital imaging menggunakan beberapa graphic software untuk menyempurnakan gambar. Dalam proses pengolahan gambar digital, kamu bisa memperbaiki banyak hal dari gambar asli yang dirasa tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.
Tentunya proses ini akan menciptakan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan hasil cetak kamera film, mulai dari segi komposisi warna sampai resolusi gambar. Sebenarnya, selain mengolah gambar dari kamera digital, kamu juga bisa mengolah gambar dari hasil cetak kamera film dengan cara melakukan scan dan menyempurnakannya menggunakan software grafis pada komputer.
Hasil yang berasal dari proses digital imaging memiliki variasi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pengolahan dari rol film. Pada digital imaging, output yang dihasilkan dapat berupa gambar digital yang bisa ditemukan di internet dan gambar digital yang sudah di cetak. Untuk hasil dari gambar digital juga dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu atau pengguna lainnya, seperti penyesuaian ukuran dan resolusi gambar.
Baca juga: 10 Software desain grafis 2022 yang gratis dan berbayar
Fungsi digital imaging
Dalam digital imaging, diperlukan untuk mengatur tata letak pada produk. (sumber: pexels)
Digital imaging memiliki beberapa fungsi yang berguna dalam dunia kerja, terutama untuk seorang desainer grafis. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari digital imaging.
1. Membuat dan memperbaiki tata letak
Bagi seorang graphic designer, tata letak atau layout dalam sebuah gambar adalah poin penting. Hal ini akan sangat berkaitan dengan hasil yang diinginkan oleh perusahaan atau client karena penempatan gambar atau tulisan pada produk harus sesuai dengan media yang dituju, seperti kemasan produk, booklet, banner, dan media lainnya.
2. Mengolah gambar vektor dan bitmap
Fungsi berikutnya adalah pengolahan gambar vektor maupun gambar bitmap. Gambar vektor merupakan gambar yang terdiri dari kombinasi titik dan garis dengan hasil gambar berupa kartun atau tulisan. Adapun gambar bitmap merupakan gambar yang terdiri dari kumpulan titik (pixel) dan kombinasi warna dengan hasil gambar berupa foto atau gambar berukuran besar (videotron).
Aplikasi pengolahan grafis yang digunakan antara vektor dan bitmap juga berbeda. Untuk gambar vektor, aplikasi yang digunakan meliputi CorelDraw dan Adobe Illustrator. Sedangkan pada gambar bitmap, aplikasi yang umum digunakan adalah Adobe Photoshop.
3. Mengolah video dan multimedia
Digital imaging juga berfungsi untuk mengolah video dan multimedia lainnya. Dalam dunia pencitraan digital, media yang bisa diolah tidak hanya berupa foto saja, tetapi gambar bergerak atau video. Kamu bisa memberikan elemen tambahan pada video seperti menambahkan teks terjemahan atau lirik lagu. Kamu juga bisa membuat animasi yang bisa disimpan di CD atau DVD.
Baca juga: 6 Rekomendasi kursus Desain Grafis online gratis
Tips menggunakan digital imaging
Menyunting video merupakan bagian dari digital imaging (sumber: pexels)
Untuk bisa menguasai skill dalam digital imaging bukanlah hal yang sulit apalagi mustahil untuk dilakukan. Berikut ini ada beberapa tips untuk meningkatkan skill digital imaging untukmu yang tertarik bekerja sebagai seorang desainer grafis.
1. Terus berlatih
Saat ini sudah banyak informasi seputar digital imaging dan cara menggunakan berbagai aplikasi desain grafis di Internet. Kamu bisa mencari website atau channel YouTube yang memberikan pelajaran seputar cara mengelola gambar digital ataupun tutorial menggunakan aplikasi desain grafis. Buatlah komitmen dalam dirimu untuk terus berlatih.
2. Download software desain grafis untuk latihan
Tips berikutnya adalah dengan memasang software yang ingin digunakan. Sebelum mengunduh atau memasang aplikasi yang diinginkan, kamu harus tentukan terlebih dahulu gambar yang ingin dibuat. Jangan sampai kamu ingin membuat vektor, tetapi kamu memasang Photoshop karena hal tersebut tidak akan bekerja. Gunakan software yang sudah kamu pasang untuk berlatih.
3. Percaya diri untuk mempublikasi hasil karya
Tips yang terakhir adalah kamu harus berani dan percaya diri untuk mempublikasi hasil gambar digital imaging yang kamu buat di internet. Kamu bisa mempublikasi hasil karyamu di media sosial seperti Instagram atau LinkedIn. Selain agar hasil karyamu bisa dinikmati oleh banyak orang, kamu juga bisa mendapatkan berbagai masukan dari desainer grafis profesional agar hasil karyamu selanjutnya bisa lebih baik.
Baca juga: 6 kunci desain grafik untuk non-desainer
Kemajuan teknologi dan dunia digital menciptakan banyak peluang baru untuk berkarier. Memiliki keahlian dalam digital imaging atau fotografi digital bisa membantumu agar lebih siap berkarier sebagai seorang desainer grafis atau animator. Nah, bagi kamu yang memiliki mimpi untuk dapat berkarier di startup atau perusahaan ternama, yuk, sign up EKRUT sekarang! Jangan khawatir, karena semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT bisa kamu dapatkan secara gratis!
Sumber:
- akupintar.id
- komunikasipraktis.com
- fotografi.lovelybogor.com