Halo, Mas Coby! Bagaimana caranya melakukan negosiasi gaji agar sesuai dengan tanggung jawab kita, tapi juga tidak terkesan berlebihan dari segi nilai yang diminta?
Terima kasih.
Sebelum melakukan negosiasi gaji dengan calon perusahaan kita berikutnya, tentunya kita perlu mengetahui terlebih dahulu berapa value kita dalam pekerjaan, dan apa yang bisa kita berikan kepada perusahaan. Untuk mengetahui value (berapa pasaran gaji) pekerjaan kita, ada dua hal yang bisa dilakukan:
Riset
Cari tau dari beberapa perusahaan pesaingnya, berapa gaji yang biasa ditetapkan untuk orang yang mengisi posisi seperti kita. Semakin banyak informasi yang kita ketahui tentang ini, semakin kuat posisi kita dalam menegosiasikan gaji.
Bertanya langsung
Saat interview (khususnya bersama HRD), tanyakan struktur gaji untuk departemen yang akan kamu masuki. Misalnya, kamu mendaftar sebagai IT Manager. Tanyakan standar gaji untuk posisi-posisi yang ada di bawah dan di atas IT Manager. Dengan begitu, kamu bisa menentukan kisaran nilaimu tanpa berlebihan.
Lalu, saat bernegosiasi, pastikan kamu melakukan beberapa hal ini:
Hitung dengan kisaran
Di Indonesia, kenaikan gaji karyawan saat pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain ada di kisaran 15 persen-20 persen. Ajak perekrut untuk berhitung bersama berapa kisaran gaji yang sesuai dengan kenaikan kamu tersebut. Contoh: jika gajimu sekarang Rp 10 juta, maka sewajarnya kamu meminta gaji dalam kisaran Rp 11,5 juta-12 juta.
Jangan sebutkan angka yang terlalu bulat
Jika sesuai perhitungan di poin pertama, ternyata angka setelah kenaikan tersebut tidak bulat, contoh: Rp 13.450.750-14.270.800, maka sebaiknya kamu tidak secara otomatis membulatkan ke atas menjadi Rp 14 juta-15 juta. Perusahaan akan lebih bisa menerima angka yang ganjil tapi sesuai perhitungan umum, daripada pembulatan yang malah bisa memberikan kesan bahwa kamu tidak peduli dengan hal-hal kecil.
Perhatikan faktor-faktor lain
Dalam hal rewards and benefit, tentunya ada berbagai macam faktor yang perlu diperhatikan selain sekadar gaji pokok. Setiap perusahaan tentunya memiliki struktur berbeda untuk tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, dan tunjangan-tunjangan lainnya. Hal ini sangat berpengaruh dalam negosiasi paket gaji.
Sampaikan dengan detail paket yang kamu terima dari kantor saat ini, dan tanyakan dengan lengkap paket yang selama ini disediakan di perusahaan tempatmu menjalani proses rekrutmen. Bandingkan dengan seksama dan diskusikan bersama perekrut, untuk mendapatkan solusi terbaik yang sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.
Hindari negosiasi gaya pasar
Negosiasi gaji sangat jauh berbeda dengan tawar-menawar harga sayur di pasar. Semakin cepat kamu menentukan nilai yang masuk akal, semakin kamu terlihat profesional di mata perusahaan. Sampaikan dengan baik alasan-alasan logis yang membuatmu mengajukan besaran gaji tersebut.
Jangan seperti air di daun talas
Saat sudah menyampaikan angka yang menurutmu logis, peganglah komitmen terhadap angka tersebut. Berubah pikiran di tengah proses negosiasi malah akan membuatmu terlihat seperti orang yang tidak berpendirian. Percayalah, perusahaan pun akan berubah pikiran yang mungkin malah membuatmu kehilangan peluang untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan. Semoga kamu sekarang lebih siap dan percaya diri untuk melakukan negosiasi gaji ya!
Praktisi HR
About the Expert
Cobysot Avego adalah praktisi human resources, lulusan Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Ia memiliki sederetan pengalaman di bidang rekrutmen.