Media

Bagaimana sih cara kerja blockchain?
By Maria Yuniar - 24 July 2018
3 min read 484 Views

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah blockchain, cyptocurrency, maupun Bitcoin melalui berita teknologi atau bahkan iklan di media sosial. Blockhain sendiri merupakan salah satu teknologi yang sudah ada di balik pesatnya perkembangan cryptocurrency atau mata uang digital di dunia maya. 

Blockchain disebut sebagai sebuah sistem pencatatan transaksi keuangan digital yang egaliter. Seperti apa sih sebenarnya cara kerja blockchain? Sejauh apa dampaknya? Berikut ini ulasannya untuk kamu.

 

Cara kerja blockchain

Secara garis besar teknologi blockchain mendistribusikan general ledger ke jaringan komputer dan melakukan verifikasi transaksi. 

 

Distribusikan buku besar ke komputer

Sistem keuangan konvensional melakukan pencatatan transaksi dalam general ledger atau buku besar. Apa sih kegunaan buku besar ini? Untuk menjamin transaksi uang tercatat dengan benar. Nah, platform pembayaran digital seperti PayPal selama ini berperan sebagai perantara untuk mencatat transaksi. Sebab, PayPal melibatkan berbagai institusi keuangan.

Buku besar tersebut menjadi rujukan banyak pihak. Bahayanya, jika ada hacker yang berhasil masuk, isi dari buku besar ini bisa saja diutak-atik. Teknologi blockchain memberikan solusi dengan menghilangkan perantara yang ternyata mengundang risiko itu. Caranya, dengan mendistribusikan buku besar ke jaringan komputer.

 

Verifikasi transaksi

Setiap komputer dengan memiliki buku besar tersebut mengumumkan semua transaksi yang tercatat. Kemudian, transaksi yang sudah melalui proses verifikasi, dimasukkan dalam blok-blok terenskripsi. Selanjutnya, blok-blok tersebut dipasangi 'rantai' secara permanen dengan transaksi yang terjadi sebelum dan sesudahnya. Transaksi pun bisa dinyatakan selesai. Oleh karena itu, teknologi ini disebut blockchain.

 

Dampak blockchain

Industri finansial menjadi yang pertama merasakan dampak mata uang digital atau cryptocurrency serta teknologi blockchain. Sebab, industri finansial memang berperan menjadi perantara setiap transaksi keuangan. Jika blockchain bisa menghilangkan fungsi perantara tersebut, maka pendapatan industri finansial akan tergerus.

Oleh karena itu, bank-bank sentral dunia berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan mengenai blockchain. Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Australia memang telah mengakui cryptocurrency secara hukum. Namun, tak demikian halnya dengan Singapura dan Thailand. Bahkan, Indonesia belum menyatakan sikap resminya.

Bagaimana pendapatmu? Apakah teknologi blockchain ini benar-benar dapat menggantikan kehadiran industri finansial?

 

Rekomendasi bacaan:
Trik poles profil di LinkedIn dengan cepat
Remote working bisa bikin kesepian
Tips sukses kuliah sambil kerja

 

Sumber:
hackernoon.com
viva.co.id
detik.com
 

Tags: Bitcoin, cryptocurrency, blockchain

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang